News Update :

Video Kekerasan TNI Terhadap Orang Papua..!!!

Penulis : Unknown on Rabu, 25 Juli 2012 | 04.04

Rabu, 25 Juli 2012



Jayapura-Mengenai adanya video kekerasan yng terjadi di Papua oleh para TNI,kini tengah beredar luas di dunia maya. Video ini mempertontonkan kekerasan dan penyiksaan terhadap warga papua yng tak berdosa, yng diduga dilakukan oleh beberapa oknum TNI. Benarkah?

Video Kekerasan TNI Di Papua ini berdurasi 4 menit 47 detik itu beredar di situs Youtube 17 Oktober selama sehari hingga Senin siang 18 oktober. Namun kemudian video kekerasan TNI di papua itu dicabut dan muncul kembali dalam versi satu menit.
Dalam tayangan Video Kekerasan TNI Di Papua tersebut berjudul ‘Indonesian Army Attacking West Papuan Civilians in Highland Region’ yng menggambarkan sekelompok pria berpakaian seperti tentara memukul bertubi-tubi kepala korban dengan helm tentara, juga menendang secara tertubi-tubi pula.“Saya di sini berdasarkan tugas. Tugas negara,”

Teriak salah satu pelaku TNI yng melakukan kekerasan di papua dengan menggunakan bahasa Indonesia di dalam video tersebut. Sementara warga Papua yng lain dibaringkan di tanah tanpa pakaian, kaki dan tangan diikat, parang diletakkan di leher mereka dan terus di tanyai tentang tempat penyimpanan senjata milik kelompok separatis organisasi Papua Merdeka (OPM).

Disampaikan Kapuspen TNI, Mayor Jenderal TNI Aslizar Tanjung, saat ini TNI melakukan penyelidikan intensif tentang waktu, tempat, kebenaran dan keaslian video tersebut. Identifikasi dilakukan agar informasi tentang video itu tidak menyesatkan masyarakat luas baik dari Indonesia sendiri maupun luar negeri. Bila terbukti terdapat oknum TNI yng terlibat dalam video kekerasan TNI di papua tersebut, maka dipastikan pimpinan TNI akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yng berlaku.

Menurut Roy Suryo, pakar telematika Video Kekerasan TNI di Papua di ragukan keasliannya. Sejumlah hal yng meragukan dari tindak kekerasan dalam video tersebut antara lain dialog yng dilakukan sangat tidak sesuai. Kemudian tanda kepangkatan pada seragam pelaku yng letakny tidak sesuai dengan yng seharusny.
“Memang yang melakukan tindak kekerasan menggunakan baju loreng seperti halnya anggota TNI . Tapi dari hasil analisis saya, banyak hal yng sangat meragukan sehingga kebenaranny patut dipertanyakan,” Ungkapny.berikut linknya video tersebut “http://www.youtube.com/watch?v=gVUibPJq16U”
komentar | | Read More...

Pakage: Indonesia Mau Orang Papua Mati Habis..!!!

Penulis : Unknown on Senin, 23 Juli 2012 | 06.58

Senin, 23 Juli 2012



Jayapura-Setelah kemarin, Kamis (19/7) aparat kepolisian membubarkan paksa aksi kemanusian untuk pengobatan tahanan politik (Tapol) yang diselenggarakan Solidaritas Korban Pelanggaran HAM Papua (SKPHP) di Jalan Raya Abepura, kini aparat kembali membuat ulah.

Tadi siang, Jumat (20/7) sekitar pukul 11.30 WIT, aparat Kepolisian Resort Kota Jayapura kembali membubarkan paksa aksi kemanusian yang dibuat SKPHP, dan mengangkut sekitar 15 orang peserta aksi beserta perangkat aksi dan di interogasi kurang lebih satu jam lamanya di Polresta.
Yusak Pakage, salah satu mantan tahanan politik Papua yang ikut diinterogasi polisi membenarkan tindakan polisi yang sangat brutal dan tidak manusiawi.

“Surat pemberitahuan aksi sudah dilayangkan ke polisi sejak beberapa hari lalu, namun pihak aparat sendiri sengata tidak menerbitkannya. Sama saja mereka tidak mau kami buat aksi amal  untuk pengobatan tahanan politik.

Aksi kami adalah aksi kemanusian, bukan aksi politik, ini yang perlu dipahami oleh aparat kepolisian di tanah Papua,” kata Pakage.

Pakage melanjutkan, Indonesia walaupun di kenal sebagai negara hukum dan demokrasi, semua itu hanya diatas kertas saja, sebab selama ini ruang demokrasi di tanah Papua ditutup sangat rapat.

“Tujuan pemerintah Indonesia adalah menghabisi orang Papua, salah satu contohnya walaupun tahanan politik sakit keras, namun tidak ada perhatian, artinya pemerintah Indonesia mau orang Papua mati habis,” ujar Pakage yang pernah dipenjara lima tahun lamanya.

Melihat situasi Papua yang semakin genting, Pakage justru meminta agar ada intervensi dunia internasional, dalam hal ini Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk dapat segera menyelesaikan persoalan Papua.

Selain itu, Pakage juga mengajak siapa saja yang mempunyai rasa kemanusiaan untuk membantu para Tapol, salah satunya seperti Filep Karma yang mengalami sakit parah di LP, namun tidak punya uang untuk berobat ke RS Cikini di Jakarta.

Kapolresta Jayapura, AKBP Alfred Papare, S.Ik, ketika dikonfirmasi wartawan terkait pembubaran paksa aksi SKPHP di Taman Imbi, tidak bersedia memberikan tanggapan. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.

OKTOVIANUS POGAU
komentar | | Read More...

Ini Ketua Umum dan Ketua I KNPB Yang Baru

Timika-Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berlangsung di Mimika, Papua, pada tanggal 18 – 21 Juni 2012 telah memilih dan menetapkan Victor Yeimo sebagai Ketua Umum KNPB.Victor Yeimo yang sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara Internasional KNPB dipilih dan ditetapkan menggantikan posisi Buctar Tabuni yang kini telah menjabat sebagaii Ketua Parlemen Nasional Papua.

Sedangkan, jabatan Ketua I KNPB yang awalnya di duduki oleh almarhum Musa MakoTabuni, kini telah digantikan oleh Agus Kossay, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua KNPB Wilayah Sentani, Papua.
Romario Yatipai, Ketua badan formatur KLB yang dihubungi suarapapua.com, Jumat (20/7) membenarkan hasil KLB yang telah berjalan dengan baik, dan telah memilih dan menetapkan Victor Yeimo sebagai Ketua Umum KNPB dan Agus Kossay sebagai Ketua I KNPB.

“Ini hasil kesepakatan semua utusan KNPB dari Sorong sampai Merauke. Ada sekitar 200an peserta yang ikut dalam KLB, mereka adalah anggota KNPB, anggota Parlemen Nasional, dan simpatisan KNPB,” ujar Romario.Romario menjelaskan, Bucthar Tabuni yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum KNPB diberhentikan karena saat ini ia telah menjabat sebagai Ketua Parlemen Nasional.

Lanjut Romario, KNPB sebagai media rakyat Papua memerlukan figur yang benar-benar dapat membawah rakyat Papua ke arah yang baik dan benar, sehingga KLB dipandang perlu segera dilakukan.
Dengan terpilihnya Victor Yeimo sebagai Ketua Umum KNPB, Romaria secara pribadi berharap Victor Yeimo dapat membawah rakyat Papua sesuai rel yang ada dan tinggal melanjutkan perjuangan yang telah di rintis almarhum Mako Tabuni dan Buctar Tabuni.

“Tetapi secara khusus lagi saya berharap Viktor Yeimo dapat membawah rakyat Papua dengan profesional, demokrtik dan bermartabat,” ujar Romario yang juga sebagai Ketua KNPB Timika.(Suara Papua.Com)


komentar | | Read More...

Persipura kecewa & bangga tentang Titus Bonai Merumput di Thailand

Penulis : Unknown on Minggu, 22 Juli 2012 | 16.59

Minggu, 22 Juli 2012

JAKARTA - Sedikit kecewa, namun bangga, itulah perasaan klub Persipura Jayapura saat mendengar pemainnya, Titus Bonai, akan dikontrak klub Thailand, BEC Tero Sasana,
Tibo sudah membenarkan rumor kepindahannya, namun disayangkan tidak meminta izin, meski masih terikat kontrak hingga September mendatang.

“Tibo sampai sekarang belum dilepas Persipura, andaikan dia dikontrak Oktober (Persipura takkan kecewa), kalau klub yang mengontraknya tahu, dia harus bertanggung jawab dulu,” ujar Sekretaris Umum Persipura, Thamrin Sagala, baru-baru ini,“Kami tidak akan tahan-tahan, yang penting kontrak dia berakhir baik-baik sampai September,” lanjutnya.

Meski demikian, tim berjuluk ‘Mutiara Hitam’ itu tidak akan menyeret masalah ini lebih jauh. “Kami adalah tim yang damai. Kalau memang orang dia yang bersalah, suatu saat orang itu akan tersandung,” tambah Thamrin,Tak hanya Tibo, terang Thamrin, agen sang pemain pun sama sekali tidak menghubungi Persipura soal kepindahan ini. Meski demikian, sebagai klub yang mengembangkan bakat dan membesarkan nama Tibo, Papua tetap senang dengan perkembangan karir pemain berusia 23 tahun tersebut.

“Itu adalah bukti kontribusi Persipura bagi sepak bola nasional. Kami sendiri akan selalu merekrut pemain-pemain berbakat. Dia matang ditempat kami. kami yang memberinya kesempatan bertanding di luar negeri. Kalo dia merasa Persipura berjasa padanya, paling tidak dia harusnya bilang pamit sebagai lambang persahabatan, lanjutnya.(WASPADA ONLINE)
komentar | | Read More...

Uskup: Tidak benar kepala suku Asmat masuk Islam

Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Agats-Asmat, Papua, Mgr Aloysius Murwito OFM, membantah sejumlah pemberitaan di media massa yang mengklaim kepala suku besar Asmat masuk Islam.Bantahan ini disampaikan Mgr Aloysius melalui surat klarifikasi yang dikirm kepada tokoh-tokoh lintas agama, pemerintah, dan pihak keamanan di Papua.
“Menyimak pemberitaan yang dimuat oleh sejumlah media online (dakwatuna.com, Arrahmah.com) mau pun media cetak (Banten Post, Republika) dan elektronik (TVRI) tentang Kepala Suku Besar Asmat Masuk Islam, sungguh disayangkan karena tidak benar. Mungkin ada benarnya bahwa ada orang Asmat dari Kampung Per bersama keluarganya sebagaimana diberitakan masuk Islam, tetapi bahwa dia adalah seorang kepala suku besar Asmat sungguh suatu kekeliruan atau kesalahan,” ujar Mgr Murwito dalam surat klarifikasi itu, seperti dilansir theindonesianway.com.
Menurut Mgr. Aloysius, pengakuan atau gelar Kepala Suku Besar Asmat yang diberikan kepada Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) tidak benar. Pernyataan atau pemberitaan itu adalah sebuah kebohongan publik karena tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada dalam kebudayaan suku Asmat sampai dengan saat ini. Gelar kepala suku hanya diberikan, berlaku dan terbatas dalam satu rumpun saja. Bahwa media kemudian memberitakan dia sebagai Kepala Suku Besar Asmat, adalah bentuk kebohongan belaka.
Berdasarkan dokument resmi Gereja Katolik Keuskupan Agats-Asmat, saudara Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) adalah warga biasa yang lahir di Per pada 13 Desember 1962 dan dibaptis dalam Gereja Katolik pada 31 Januari 1963 oleh Pastor Miller OSC. Sebagai saksi pembaptisan waktu itu adalah bapak Mikael Apakci. Data kelahiran dan baptisan ini tercatat dalam buku Baptis Paroki Ewer No. LB. IV. 5988, tahun 1963.
“Kami sangat menyesal dan menyayangkan berita yang sensasional itu. Berita ini hemat kami sangat tendensius dan provokatif, dimana dengan mengatakan bahwa Kepala Suku Besar Asmat masuk Islam seolah-olah semua orang Asmat telah masuk atau menjadi Islam. Kami mau mengatakan bahwa berita soal Sinansius dan keluarganya menjadi Islam mungkin benar tetapi bahwa dia seorang Kepala Suku Besar Asmat adalah suatu yang tidak benar, tidak objektif dan merupakan suatu kebohongan public yang direkayasa oleh orang tertentu, kelompok tertentu dan media yang memberitakannya,” lanjut Mgr Aloysius.
“Pemberitaan sensasional yang keliru atau salah ini, langsung mau pun tidak langsung, memiliki dampak religius, sosial dan kultural dalam kehidupan bersama di Asmat. Menyadari semua itu maka kami sebagai Uskup Keuskupan Agats yang adalah Pemimpin Tertinggi Gereja Keuskupan Agats – Asmat ingin menyampaikan beberapa klarifikasi dan harapan atau himbauan kepada kita semua khususnya MUI Asmat dan Kepala Penyelenggara Islam Kantor Kementrian Agama Kabupaten Asmat, demi terciptanya kerukunan, toleransi dan persaudaraan sejati dalam hidup bersama di tanah Asmat ini,” tutur Mgr Aloysius.
Mgr Aloysius juga mengharapkan agar pimpinan MUI dan Ketua Penyelenggara Agama Islam di Kantor Kementrian Agama Islam Kabupaten Asmat bisa meneruskan dan mengklarifikasi berita ini kepada media online dan sura kabar yang telah membuat pemberitaan yang tidak benar itu. Intinya bahwa Sinansius Kayimter (Umar Abdullah Kayimter) yang telah menjadi Islam setelah melalui upacara pengukuhan pada tanggal 19 Pebruari 2012 di Masjid Darussalam, Jati Bening, Bekasi, Jawa Barat dengan didampingi oleh Ustadz Fadhlan Garamatan dan Imam Masjid Istiqlal Ali Hanayiah, sesungguhnya bukan Kepala Suku Besar Asmat.
Keuskupan Agats juga meminta kepada saudara-saudari muslimin dan muslimah agar tetap menjaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan antara umat beragama dan masyarakat di Asmat dengan menyampaikan, menyiarkan, mengajarkan, memberitakan segala sesuatu dan khususnya berkaitan dengan agama atau iman kepercayaan yang bersentuhan dengan agama atau kepercayaan lain secara objektif dan akurat.
“Jangan kita hanya menyebarkan berita bersifat isapan jempol, sensasional dan tendensius yang bisa berdampak pada disharmonitas dan konflik sosial di kalangan masyarakat Asmat dan Papua pada umumnya. Perlu diketahui dan disadari bersama bahwa semua masyarakat di Asmat telah memiliki iman dan menganut agama atau kepercayaan tertentu (tidak ada yang khafir). Untuk itu mari kita saling menghargai dan mendukung satu sama lain dalam ranah hidup bersama dengan semangat persaudaraan dan toleransi,tambahnya prelatus itu,(UCAIN INDONESIA)

komentar | | Read More...

Blogger news

Categories

About

Blogroll

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. majalah Papua . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger